KPK Kembali Bongkar Kasus Suap Pajak Perusahaan Hary Tanoe

Metroterkini.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dalam waktu dekat segera membuka lagi proses pengusutan beberapa kasus rasuah lawas yang dianggap belum tuntas. Salah satu perkara bakal dibuka kembali adalah soal suap restitusi (lebih bayar) pajak salah satu perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, PT Bhakti Investama Tbk.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, selepas jumpa pers kemarin. Dia mengatakan penyidik Komisi bakal kembali menengok perkara-perkara lawas dianggap belum tuntas itu.

“Kasus kita kan banyak, enggak cuma Hambalang. Kita kan juga sedang mereview kasus yang lama, contohnya kasus Tonbeng yang Bhakti Investama. Itu kan belum selesai, akan kita telusuri lagi,” kata Bambang kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Bambang mengisyaratkan akan menetapkan tersangka baru dalam kasus itu, di samping dua orang yang sudah divonis bersalah yakni mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Tommy Hindratno, dan mantan karyawan bagian pembukuan PT Agis Electronic, James Gunaryo Budiraharjo. Meski begitu, saat ditanya apakah Tonbeng bakal jadi tersangka, Bambang berkelit.

“Pokoknya kasus Tonbeng dulu, baru menyusul pajak BCA,” ujar Bambang sambil tersenyum.

Dalam kasus ini, sudah dua orang terbukti bersalah oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Pertama pada pertengahan Oktober 2012, majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara kepada James Gunaryo Budiraharjo. Selain itu, dia dipidana denda Rp 100 juta dan jika tidak dapat membayar diganti dengan kurungan tiga bulan penjara.

Lantas pada 18 Februari 2013, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada terdakwa kasus suap pengembalian pajak lebih bayar (restitusi) PT Bhakti Investama Tbk., Tommy Hindratno, dengan pidana penjara selama 3,5 tahun. Menurut majelis hakim, Tommy terbukti menerima suap Rp 280 juta dari perusahaan investasi milik bos Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta kepada pegawai non-aktif Kantor Pelayanan Pajak Sidoarjo Selatan, Jawa Timur itu. Apabila dia tidak sanggup membayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Tommy bersalah menerima uang Rp 280 juta dari Komisaris Independen PT BI Tbk., Antonius Z. Tonbeng, melalui terpidana kasus sama dan mantan pegawai pembukuan PT Agis Elektronik, James Gunaryo Budiraharjo. Uang itu sebagai imbalan membantu konsultasi pengembalian pajak lebih bayar PT Bhakti Investama Tbk., sebesar Rp 3,4 miliar.

sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s